Bismillah,
Memang perjuangan hidup tak akan berakhir sampai ajal menjemput.Sampai saat ini mungkin baru beberapa tahap dari hidup yang dilalui, ada yang menyenangkan ada yang menyedihkan.Ada yang dirasa berhasil ada yang dirasa gagal.Ada yang dibanggakan ada yang dikhawatirkan.Ada yang ingin diulang ada yang ingin segera dilupakan.
Setiap melalui suatu tahap terkadang dirasakan bahwa jalan yang dilalui terasa sangat berat, sampai-sampai ingin berhenti saja dipersimpangan. Tapi, jika tetap dijalani tentunya dengan penuh perjuangan dan doa baik dari diri sendiri maupun doa dari orang lain, alhamdulillah satu tahap tersebut terlewati juga.
Selalu saja segera setelah satu tahap dilewati, langsung muncul berbagai gerbang sebagai pilihan untuk menjalani tahap berikutnya dari fase kehidupan. Penuh harap dan permohonan agar gerbang yang dimasuki adalah gerbang terbaik menuju puncak kehidupan. Dan pada akhir tahap nanti yang ditutup dengan kematian, sejarah gemilang dapat tertoreh sehingga dapat dibanggakan pada Sang Maha Kuasa Pencipta Kehidupan.
Tetap berjuang, semoga kalah dan menang, susah dan senang, memalukan dan kebanggaan, gagal dan berhasil dapat membuahkan hikmah dan jadi warna dalam hidup ini.
Salam perjuangan.
Wassalam
Jumat, 12 September 2008
Setelah ini...?
Jumat, 29 Agustus 2008
Tak Normal dari Sudut Pandang Orang Kebanyakan
Bismillah,
Film memang sarana yang sangat efektif dalam memberikan pelajaran pada orang banyak. Tapi, yang jadi pertanyaan pelajaran apa? [jawab sendiri..hehe] Daftar film di bawah (diangkat dari kisah nyata) berikut telah memberikan nuansa pelajaran baru bagi saya setelah menontonnya.
1. Patch Adam
Berisi kisah nyata kehidupan seorang dokter yang bertindak di luar kebiasaan atau norma kedokteran yang berlaku pada masanya dalam merawat pasiennya. Hasilnya dia memberikan perubahan besar mengenai pandangan orang dalam dunia kedokteran..
("Dr. Patch Adams and the Gesundheit Institute have worked on a model of health care that puts care at the center of health" sumber http://www.patchadams.org/campaign/ ..)
2. Into The Wild
Berisi kisah nyata kehidupan seorang anak laki-laki muda yang menerapkan "standar terlalu tinggi" bagi dirinya dalam memaknai dan menjalani kehidupan baik terhadap dirinya maupun pandangan dia terhadap fenomena yang terjadi. Perubahan besar terjadi paling tidak untuk keluarganya sendiri.
Kedua-duanya secara umum menggambarkan bagaimana seorang manusia berpikir dan bertindak secara tidak normal dari sudut pandang orang kebanyakan..
Persoalan benar atau salahnya, saya tidak mempunyai kapasitas untuk menjawabnya. Menurut saya, tergantung dari perspektif mana kita menilai...Selamat menonton yang bagi yang berminat..
wassalam
Rabu, 04 Juni 2008
Ironi Sepakbola Inggris
Bismillah,
Sebagai salah seorang penggemar olahraga sepakbola (walaupun sudah lama tidak main..hehehe:)) ), perkembangannya masih saya amati. Yups, kondisi sekarang lagi hangat-hangatnya, berhubung EURO2008 dalam hitungan hari lagi bakalan digelar. Nah, menurut saya ada yang agak "mengganjal" dalam EURO kali ini, yakni: tidak lolosnya Timnas Inggris ke pesta sepakbola empat tahunan Eropa itu.
Penggemar sepakbola mana yang tidak tahu dengan Liga Inggris? (sepertinya hampir tidak ada alias semua pada tahu). Liga ter-elit, ter-megah, ter-keras, dan "ter" "ter" lainnya, sering saya dengar di TV sebagai julukan Liga Inggris. Bahkan baru-baru ini dua klub raksasa Inggris (baca: MU dan Chelsea) bertemu di partai puncak Liga Champion Eropa. Kemudian, kalau dilihat dari segi materi pemain, Inggris bahkan dihuni oleh pesepak bola yang tidak kalah hebatnya. Di bagian belakang ada dua bek tangguh yakni: Rio Ferdinand dan John Terry, tengah ada pilihan yang "mantap": Steven Gerrard, Frank Lampard, atau David Beckham. Di posisi penyerang ada: Wayne Rooney, Michael Owen, dan Peter Crouch. Serta pemain-pemain lainnya yang saya tidak hapal. Dari keseluruhan mungkin bagian penjaga gawang saja yang kurang populer di Inggris.
So, why? Saya juga tidak tahu seperti apa jawabannya. Saya sendiri juga menyayangkan, Inggris tidak lolos ke Piala Eropa.
Mungkin lain waktu Timnas Inggris bisa kembali menunjukkan keperkasaan sepakbolanya. Sepertinya dengan kualitas individiu yang mumpuni di hampir semua lini belum pasti membuat suatu tim menjadi berprestasi...
Bagaimana dengan Timnas Indonesia?
Wassalam
Selasa, 03 Juni 2008
Jangan Menyerah
Bismillah,
Begini pesan dosen pembimbing saya:
Mahasiswa itu harus mempunyai hati bersih
Mahasiswa itu harus satu hati
Hormati orang tua
Hormati orang yang lebih tua
Pesan ini didapat dosen saya, dari gurunya yang berasal dari Jepang.
Oya tambahan nasehatnya adalah: jangan menyerah!
Semoga bisa diaplikasikan dengan baik:)
Wassalam
Minggu, 01 Juni 2008
Kekalahan itu...
Bismillah,
Jika setiap orang ditanyai tentang arti kekalahan, mungkin akan memberikan pengertian yang berbeda-beda. Idealnya, seorang teman pernah berkata bahwa selama masih di dunia apa pun yang kita alami itu bukanlah kekalahan, karena kita masih bisa memperbaiki atau dengan kata lain kita masih memiliki kesempatan/waktu. Kekalahan itu hakikinya (menurut teman lagi), ketika kita tidak mempunyai lagi kesempatan sama sekali untuk melakukan perbaikan alias kita sudah mati..
Dalam memang maknanya, tapi jujur terkadang ketika kita mengalami suatu situasi katakanlah itu sangat menyedihkan, sangat menyesakkan dada dan lain sebagainya, pemahaman akan makna di atas jadi terkikis atau bahkan hilang sama sekali.
Jadi, sekarang sampai dimana saya bisa menghadapi situasi yang membuat kekecewaan memuncak? Jika ukuran kemampuan diri seseorang dinilai dari bagaimana dia bisa menghadapi suatu masalah, ukuran diri saya?
Yang jelas, jika dibandingkan banyak orang, tentunya hal-hal yang saya alami sampai detik ini masihlah mentah. Sudah banyak bukti sejarah yang memperlihatkan bagaimana berat/sulitnya perjuangan orang-orang yang sukses dalam menghadapi hidup. Nah, sekarang semua pilihan tergantung pada saya, apakah saya akan menyerah dengan masalah kemudian merasa kalah, atau? Bagaimana mungkin saya yang masih "mentah", tiba-tiba langsung bisa sukses?
Semoga saya betul-betul bisa mengaplikasikan bahwa perjuangan itu bukan berhenti sampai saat dimana saya mengalami kekecewaan yang menjalar ke seluruh tubuh, kesedihan yang menyesakkan, atau keberhasilan yang semu, tapi berhenti ketika saya tidak memiliki lagi satu detik, bahkan sepersekian detik. Dan berharap perjuangan yang tanpa henti itu membuat saya tidak mengalami kekalahan yang hakiki..
amiin
Minggu, 25 Mei 2008
Minyak Naik Lagi
Bismillah,
Tepat tanggal 23 Mei 2008 (Hari Jumat pukul 21.00 kalau tidak salah), pemerintah menaikkan harga minyak lagi (premium, solar, dan minyak tanah) sekitar 27-30%. Menurut apa yang saya pahami, kenaikan ini terutama disebabkan oleh tingginya harga minyak dunia. Sementara, kita (baca: Indonesia) memiliki produksi dalam negeri yang kurang untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri (data terakhir yang saya lihat di RCTI : produksi dalam negeri +/- 900rb barel/hari, kebutuhan +/- 1.3jt barel/hari).
Pada awalnya saya menerima keputusan ini, secara APBN dipersiapkan dengan patokan harga minyak dunia kurang dari 100 dollar/barel, tapi faktanya sekarang harga minyak dunia sudah menembus 130 dollar/barel. Setelah mengikuti perkembangan, baik lihat dialog tokoh, baca artikel, koran dan sebagainya, jujur saya mulai meragukan keputusan pemerintah. Kenapa? (ada banyak alasan sebenarnya...). Tapi yang jelas, saya sekarang betul-betul mempertanyakan apakah menaikkan harga minyak itu adalah keputusan terbaik yang dimiliki oleh pemerintah paling tidak untuk saat ini?
Ok, sekarang saya mencoba untuk menyebutkan beberapa alasan yang membuat saya ragu :
1. Pak Purnomo (Menteri ESDM), dalam dialog di RCTI bersama Pak Kwik K. G., mengatakan bahwa sekarang sudah saatnya kita berbicara energi, yang mana energi bukan minyak saja (ada batu bara, gas alam). Nah, kata Pak Purnomo lagi, selain minyak, produksi dalam negeri energi kita mengalami kenaikan. Pertanyaan simplenya: Tidak bisakah pendapatan yang diperoleh dari sumber energi lain menutupi kekurangan biaya untuk minyak? Kan harga batu bara dan gas juga mengalami kenaikan, dan sekali lagi faktanya produksi kita mengalami kenaikan.
2. Pak Kwik K. G. mengatakan, bahwa seharusnya pemerintah harus melindungi rakyatnya, dan keputusan ini sepertinya tidak memihak pada rakyat. Indonesia bergantung sekali dengan apa yang terjadi di New York dan London, padahal dalam melakukan produksi minyak, per liternya cost yang dikeluarkan Rp.650, sementara dijual dengan harga Rp.3500/liter, dan sekarang mau dinaikkan lagi. Terus keuntungan yang diperoleh dari penjualan itu tidak bisakah dipakai untuk menolong rakyat dengan tidak menaikkan harga minyak? Kalau pemerintah beralasan, keuntungan itu dipakai untuk subsidi yang lain seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Kita semua bisa melihat bukti dilapangan bahwa tiap waktu uang sekolah/kuliah, buku naik melulu., atau tentu kita sering lihat berita di tv bahwa banyak orang yang tidak dilayani berobat di rumah sakit umum karena tidak punya uang, dan beberapa fakta lain yang memilukan.
3. Ini pikiran saya sendiri, kalau minyak naik tentu semua harga bakalan naik. Ujung-ujungnya rakyat makin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemerintah memberikan BLT, pertanyaannya : seberapa efektif itu bisa membantu rakyat? Jangan-jangan bantuan (BLT) yang diterima rakyat, jika dibandingkan dengan peningkatan biaya hidup akibat minyak naik sangat tidak membantu?
Intinya saya sebagai orang yang sangat awam untuk mengerti persoalan yang rumit ini, masih sangat meragukan keputusan pemerintah.
Untuk pemerintah, saya berharap dan berdoa agar keputusan-keputusan yang diambil betul-betul memihak kepada rakyat. Karena siapa lagi yang akan melindungi rakyat yang jumlahnya mencapai 230juta jiwa ini, selain pemerintah. Jangan sampai pemerintah mengorbankan rakyat yang jumlahnya sekitar 230 juta ini, demi kepentingan segelintir orang apalagi kepentingan asing.
Untuk kita semua, ada hal-hal kecil yang mungkin dengan mudah dan sering terlupa, bisa kita kontribusikan untuk menghadapi masalah minyak ini; seperti matiin lampu yang tidak dipakai, cabut charger jika sudah tak dipakai, matiin komputer jika tidak dipakai, dan lain-lain... (bisa berpikir sendirilah :) ).
Semoga kita Indonesia bisa bangkit..bangkit...bangkit.. seperti puisi yang disampaikan Deddy Mizwar di TV :
(...mohon maaf sebelumnya jika terdapat kata-kata yang salah/kurang/terlebihkan pada puisi ini..)
Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah, senang melihat orang lain senang
Bangkit itu takut
Takut korupsi, takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu malu
Malu jadi benalu, malu minta melulu
Bangkit itu marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku
Aku untuk Indonesiaku
Jika tulisan ini banyak kesalahan, kekurangan, dan lain-lain.. tidak ada kata selain mohon maaf.
Wassalam
Senin, 07 April 2008
Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku
Bismillah,
Ini ada puisi bagus (di copy dari http://forumindonesiamuda.wordpress.com)..
Maka cita-cita itu pun aku persempit
Ketika usiaku semakin senja
Dan kini
“ANDAIKAN YANG PERTAMA-TAMA KUUBAH ADALAH DIRIKU”
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
Kemudian siapa tahuaku bahkan bisa mengubah
Senin, 31 Maret 2008
Karya Pribadi
Bismillah,
Berhubung album angkatan butuh karya pribadi tiap-tiap mahasiswa, saya coba untuk memberikan puisi sebagai karya pertama yang di publish. Sebenarnya masih sangat "cupu", dan pemilihan puisi pun karena bingung mau memberikan karya apa. Tapi, tidak masalah, yang penting asli karya sendiri dan kalaupun jelek.."it's ok for beginner like me" hehehe :)
Ini dia karyanya:
Merasakan
Hidup telah berjalan lebih dari 20 tahun
Pernah merasakan berbagai tantangan yang seakan tak mungkin terselesaikan
Pernah juga merasakan bahwa semuanya akan berlalu dengan mudah-mudah saja
Dan pernah juga merasakan bahwa semua terasa biasa-baisa saja
Bahagia , sedih, malas, semangat, menyesal, nikmat dan yang lainn$ya mengisi hal tersebut
Silih berganti datangnya
Masih harus banyak belajar
Karena masih sangat banyak yang belum diketahui
Karena masih banyak yang belum dirasakan
Karena masih banyak yang belum dikerjakan
Karena masih banyak yang belum
Semua tak tahu kapan berakhir
Semoga ketika telah berakhir bisa meninggalkan banyak kebaikan
Dan semoga berikutnya bisa memasuki tahapan yang hanya merasakan kebahagiaan
Wassalam
Rabu, 05 Maret 2008
Rekomendasi Bacaan
Bismillah,
mmm, setelah sekian lama meninggalkan blog ini, bahkan alamat blognya juga lupa :), akhirnya keinginan untuk menulis muncul lagi.
Ini, jadi teringat dengan beberapa buku yang sudah dibaca akhir-akhir ini (hampir semua novel sih).
Nah, ini diantaranya :
1. The Kite Runner; Khaled Hosseini
Persahabatan, pengkhianatan, penebusan dosa dituangkan dengan sangat apik dalam novel ini. Cukup menarik perhatian. "Hal yang kita alami dalam waktu singkat kadang bisa mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang", salah satu kutipan saya ambil dari si-author.
2. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor; Andrea Hirata
Masih sedang menunggu karya ke-4 (judulnya, kalau tidak salah Maryamah Karpov) dari si-author. Sebagai orang Indonesia saya merasa cukup bangga karena memiliki pengarang novel yang berkualitas seperti Bang Andre. Banyak nilai moral : mulai dari persahabatan, perjuangan hidup, pendidikan, rasa syukur, petualangan, keindahan alam, pantang menyerah, pengorbanan, ironi, wah banyak lagi lah pokoknya capek menyebutkan satu-satu. Sangat-sangat tidak rugi jika membaca novel ini. Bravo!!!
3. Ketika Cinta Bertasbih I dan II; Habiburrahman El Shirazy
Sugoi!!! Sampai susah menahan air mata:((. So, sudah bisa dibayangkanlah betapa bagusnya ceritanya. Hampir sejenislah dengan pendahulunya : Ayat-ayat Cinta. Sangat bagus menjadi referensi bagi orang yang ingin menjadi kakak (abang tepatnya) teladan dan pengusaha. Terus berkarya Bang Habib. InsyaAllah karya-karya Bang Habib termasuk kategori yang ditunggu-tunggu.
wah sekian dulu lah, mau maghrib dulu
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Rabu, 27 Juni 2007
Saatnya Perusahaan Menjadi Pencetak SDM Handal Bukan Sebagai Pencari SDM Berpengalaman
Bismillah,
Aneh, memangnya sekolahan? Barangkali ini mungkin adalah paradigma baru.
Sekarang ketika seseorang akan mencari kerja hal yang akan menjadikan orang tersebut berpeluang besar untuk diterima adalah seberapa besar kehandalan dan pengalaman yang dimilikinya terutama berkaitan dengan bidang yang akan menjadi pekerjaannya.
Sudah wajar bila suatu perusahaan menginginkan calon pegawainya memiliki kehandalan yang tinggi apalagi ditambah dengan besarnya pengalaman yang dimiliki. Dan jelas ini bukanlah sesuatu hal yang salah. Tetapi, mungkinkah atau adakah atau bisa juga seberapa banyakkah perusahaan yang berani untuk mengambil resiko dengan cara merekrut orang-orang yang masih miskin akan pengalaman atau sering juga disebut fresh graduate (red. tidak semua fresh graduate miskin akan pengalaman) atau bisajuga biasa saja?
Kalau coba dijawab, jelas barangkali kebanyakan dari kita sepakat akan menjawab "ya, banyak!". Kemudian diajukan lagi pertanyaan kedua, seberapa besarkah perhatian perusahaan untuk menjadikan pegawainya menjadi lebih handal dan berkualitas tinggi? Nah, ini mungkin masih menjadi pertanyaan besar.
Yang jelas, jika betul-betul ada perusahaan yang berkomitmen tinggi untuk melakukan pembinaan terhadap pegawainya, maka ini akan menjadi prestasi tersendiri bagi perusahaan tersebut karena disamping berhasil mengoptimalkan kemampuan dari para pegawainya juga berhasil memberikan pendidikan bagi para pegawainya. Dan tidak ada alasan ketakutan atau kekhawatiran bagi perusahaan jika pegawai yang berprestasi atau berkualitas tinggi tadi pergi keluar dari perusahaan. Toh, walaupun mereka keluar, perusahaan akan tetap sangat berjasa karena telah menjadi bagian dalam mencetak atau menghasilkan orang-orang tersebut.
Dan satu hal lagi, itu akan membuktikan bahwa proses yang terjadi dalam perusahaan sangatlah sehat, progresif dan berkomitmen tinggi karena dengan input SDM yang ada, perusahaan telah memberikan proses sedemikian sehingga output SDM yang dihasilkan menjadi luar biasa.
Yang jadi masalah adalah ketika input SDM yang handal kemudian mengalami proses dalam perusahaan dan output yang dihasilkan semakin menurun.
(not just company or other institutions)
(but also individual participating)
(not just take more)
(but also give more)
(everything can't be measured by money)
