Senin, 24 Januari 2011

Belajar Ikhlas

Bismillah...

Berikut adalah beberapa catatan kecil terkait ikhlas yang saya rangkum dari berbagai nasehat, ceramah, kajian dan lainnya. Jika terdapat kesalahan, itu murni ketidaksengajaan dan kekhilafan dari saya pribadi. Semoga bermanfaat.

***

Ustadz Ruslan Effendi, Ustadz Saad Mubaraq dan Ustadz Iwan Kurniawan mengatakan ikhlas itu proses atau upaya yang terus menerus untuk selalu memurnikan ketaatan kepada Allah. Tak seorang pun yang mengetahui amalan yang dilakukan ikhlas atau tidak, kecuali Allah Sang Maha Mengetahui.  

Ustadz Arsalsjah dan Akh Adam Amrullah mengatakan ikhlas itu pamrih. Pamrih bukan kepada makhluk, tapi pamrih kepada Allah Sang Pencipta. Berharap agar amalan yang dikerjakan diridhai oleh Allah Sang Maha Penyayang dan dimasukkan oleh-Nya ke dalam surga.

Ustadz Iwan Kurniawan menasehati untuk hati-hati apabila kita merasa atau bahkan yakin amalan yang dikerjakan ikhlas, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa amalan yang dikerjakan kemungkinan besar tidak ikhlas.

Ikhlas itu malu, malu kepada Allah Sang Maha Lembut. Kata Ustadz Ruslan Effendi, “Apa kata Allah, kalau saya berbuat maksiat?”

Dosen pembimbing tugas akhir Strata 1 saya —Bapak Husni S. Sastramihardja—, pernah memberikan pertanyaan: ”Jika kamu berniat untuk bersedekah, kemudian tiba-tiba muncul kekhawatiran dalam dirimu jika sedekah itu nanti jadi ria, apa yang kamu lakukan? Tetap bersedakah atau tidak jadi bersedakah?” Saya masih ragu-ragu, tapi dosen langsung menjawab sendiri pertanyaannya, “Saya akan tetap bersedekah, semoga doa yang dipanjatkan orang yang menerima sedekah membuat Allah ridha dan menerima amalan sedekah yang saya lakukan”. Beberapa tahun kemudian, Ustadz Iwan Kurniawan menyampaikan nasehat yang menurut saya mirip isi kandungannya dengan dosen pembimbing saya tadi, “berbuat amal kebajikan untuk mengharapkan pujian makhluk atau untuk tujuan ria adalah hal yang buruk, tidak beramal karena takut atau khawatir ria lebih buruk atau lebih celaka lagi”.

Ustadz Saad Mubaraq menjelaskan ikhlas itu salah satu ciri dari pribadi yang cerdas yakni pribadi yang mampu menguasai dirinya dan ketika beramal orientasinya untuk akhirat. 

*** 

Semoga Allah merahmati orang-orang yang disebutkan di atas atas nasehat dan ilmu yang telah di bagi. Amiin.

0 comments: