Kamis, 09 Juni 2011

Mari Mengenal Allah (2)

Bismillaah,

“Semua orang yang –apa saja bidangnya– mengkaji ilmu pengetahuan secara sungguh-sungguh, ia akan membaca frase berikut ini di pintu gerbang ilmu pengetahuan: ‘beriman’. Iman merupakan sifat dasar ilmuwan.” – Max Planck, fisikawan terkemuka Jerman [HY02] hal 62.

Ketika mendengar kata “ledakan” apa yang terbayangkan oleh Anda? Oke, mari coba kita spesifikkan, ledakan Bom Hiroshima Nagasaki? Ledakan fasilitas nuklir Chernobyl? Ledakan bom-bom yang sering terjadi akhir-akhir ini? Atau tragedi ledakan kompor gas yang banyak terjadi melanda negeri kita? Masih kurang, contoh ledakannya? Cukup lah ya! Kembali ke topik, lantas apa yang Anda bayangkan setelah mendengar kata ledakan? Kemungkinan akan tidak jauh dari kerusakan, kehancuran, penderitaan, ketidak teraturan, ketidak harmonisan, dan hal lain sebagainya yang sejenis.

Teori Big Bang
Teori Big Bang! InsyaAllah sudah pada dengar yah. Mari kita coba ulas lagi sedikit, Teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta tercipta dari suatu ledakan dahsyat (Big Bang). Kebenaran teori ini dikonfirmasi oleh penemuan Edwin Hubble dengan teleskop raksasanya pada tahun 1929. Dimana dia menemukan bahwa alam semesta bertambah luas secara tetap, atau alam semesta bukanlah sesuatu yang statis. Hal ini menunjukkan bahwa, jika dirunut kebelakang atau mundur dalam waktu, maka pada awalnya alam semesta adalah suatu titik yang tunggal yang mengandung semua zat atau materi yang ada di alam semesta, mempunyai volume nol dan kerapatan tak terbatas. Dan ledakan dahsyat terhadap titik yang tunggal ini menandai dimulai nya alam semesta [HY02] hal12-13.

Nah, sebelumnya kita sudah membahas bahwa ledakan akan menghasilkan yang namanya kerusakan, kehancuran, dan seterusnya. Lalu bagaimana kita mengkorelasikan dengan ledakan dahsyat (Bing Bang) ini? Dengan ledakan dahsyat (Big Bang) alam semesta dimulai. Fakta yang kita akui semua adalah, alam semesta dipenuhi dengan berbagai macam bentuk keteraturan yang luar biasa. Bumi berputar pada sumbunya yang menggilirkan siang dan malam, bumi berputar mengelilingi matahari, bulan berputar mengelilingi bumi, terjadi hujan dengan siklus nya yang luar biasa, ada gunung sebagai pasak bumi, adanya gravitasi bumi, adanya udara, adanya langit yang melindungi bumi dari bahaya dan berbagai macam fenomena lainnya yang sangat banyak sekali untuk kita sebutkan satu-satu.

So what? Kesimpulan logis dari akal jernih yang dapat dipetik dari pelajaran di atas adalah tidak mungkin suatu ledakan dahsyat akan menghasilkan suatu keteraturan yang luar biasa karena kebetulan. Melainkan pasti ada suatu intervensi kekuatan yang luar biasa, yakni ke kekuatan dari Sang Maha Kuasa yang menciptakan alam semesta itu sendiri.

Jika kita mengetahui ada tatanan yang teratur setelah terjadinya suatu ledakan (contohnya: jika ledakan di bawah tanah memunculkan karya seni yang sempurna, istana yang megah, atau rumah yang mengesankan), kita bisa berkesimpulan bahwa ada campur tangan 'supranatural' di belakang ledakan ini dan bahwa semua bagian yang tersebar karena ledakan itu bergerak dengan cara yang sangat terkontrol [HY02] hal 21.”

Tatkala kami meneliti semua bukti tersebut, bahwa satu perantara supranatural pasti terlibat”, begitu kata Profesor Astronomi dari Amerika, George Greenstein [HY02] hal 24.

Well, selain teori Big Bang ada banyak hal lainnya di alam semesta di ini yang dapat menyadarkan kita bahwa Tuhan Sang Maha Pencipta itu ada. Dalam [HY02] hal 29-55 diberikan cukup banyak contoh: mulai dari keajaiban dalam diri kita manusia, hewan dan tumbuhan seperti fenomena ulat menjadi kupu-kupu, sayap simetris, hewan dengan leher terpanjang: jerapah, penyu laut yang dapat kembali ke pantai tempat kelahirannya walaupun sudah meninggalkan tempat tersebut puluhan tahun, kumbang pengebom, rayap yang buta yang mampu membangun sarang yang sangat kompleks dan lain sebagainya.

Mukjizat Al Qur’an
Jauh sebelum ditemukannya Teori Big Bang, sekitar 15 Abad yang lalu telah terdapat informasi dalam ayat dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
Dan, apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan, dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka, mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS 21:30)

Dan, Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan, benarlah perkataan-Nya di waktu Dia berfirman, ‘Jadilah, lalu terjadilah,’...” dan ditangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup...” (QS 6:73)

Al Qur’an adalah wahyu Ilahi
Banyak lagi mukjizat-mukjizat yang terdapat di dalam Al Qur’an yang mana kebenaran ilmiahnya kemudian banyak dibuktikan setelah berabad-abad setelah Al Qur’an diturunkan. Selain Teori Big Bang, banyak sekali fenomena alam dan makhluk hidup lainnya yang sudah di sampaikan Al Qur’an baik itu terkait Bumi dan Planet, Matahari dan Bulan, Langit sebagai Atap, Fungsi Gunung, Keunikan Sidik Jari, dan lain sebagainya (untuk keterangan lebih detail bisa baca [HY02] hal 67-94). Lalu pertanyaan nya, mungkin kah Al Qur’an itu adalah perkataan manusia? Tidak! Segala mukjizat yang dimiliki dalam Al Qur’an tidak mungkin sama sekali dibuat oleh makhluk. Apalagi oleh seorang manusia Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa membaca dan menulis yang hidup berabad-abad dari sekarang yang kemajuan ilmu pengetahuan teknologi pada zaman tersebut jauh sekali tertinggal dari apa yang telah di capai saat ini.

Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.” (QS 69:40) "Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam." (QS 69:43)

Kesimpulan
Sungguh panjang sekali jika mengkaji segala macam bentuk fenomena alam. Tapi tetap, segala pengetahuan yang kita dapat atau ketahui semoga bisa semakin mendekatkan kita kepada Sang Maha Pencipta! Dan salah satu cara yang disediakannya-Nya agar kita dapat mengetahui ke-eksisan- Sang Maha Pencipta adalah melalui ciptaan-Nya sendiri yakni alam semesta berikut segala isinya. Tidak cukup! Tidak cukup bagi kita hanya mengakui bahwa Tuhan itu ada. Lebih dari itu, kita juga tidak dibiarkan meraba-raba sendiri berdasarkan pikiran (atau bahkan hawa nafsu kita sendiri). Allah Sang Maha Pencipta tidak membiarkan kita begitu saja! Allah telah mengutus para Rasul-Nya yang mengabarkan petunjuk, perintah dan larangan dari –Nya kepada segenap umat manusia. Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi sekaligus Rasul penutup zaman telah mewariskan kepada kita wahyu yang diterimanya dari Allah SWT yakni Al Qur’an dan Sunnah beliau sebagai petunjuk, pedoman dan pegangan bagi kita selama di dunia.

Mari kita mengenal Allah, dengan ayat-ayat Nya baik itu berupa fenomena alam semesta beserta segala isinya mau pun Al Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya Muhammad SAW.

Segala kebenaran datangnya hanya dari Allah Yang Maha Bijaksana dan penulis tidak luput dari kesalahan.

Wallahu a’lam bish-shawabi.

***

Tulisan di atas terinspirasi setelah membaca buku terjemahan karangan Harun Yahya yang berjudul "Mengenal Allah Lewat Akal: Membongkar Kesalahan Faham Materialisme" terbitan Robbani Press tahun 2002 . Judul aslinya sendiri adalah "Allah is Known Through Reason". Penulis menyingkat dengan [HY02] saat mengutip dalam tulisan.

0 comments: